CHAPTER 1. The letter (surat)
Gerombolan orang berpakaian hitam berjalan perlahan menuju sebuah pemakaman di payungi awan hitam yang kelam.seorang anak kecil berjalan di barisan depan memegang sebuah boneka beruang yang sudah terlihat lusuh.
Tepat di belakangnya seorang pria tua berambut putih memegang pundak anak kecil itu.
“kalau kau ingin menangis tidak masalah Kevin,kami semua disini bersedih untuk kepergian ayah ibumu” ujar si kakek,wajahnya pucat menatap Kevin,tetapi anak itu tidak memalingkan wajahnya sama sekali. Dia hanya menunduk dan memeluk erat boneka beruang yang dari tadi ia pegang.
Sesaat kemudian hujan turun di tengah pemakaman yang sedang berlangsung membuat sebagian pelayat lari mencari tempat berteduh dan beberapa orang lagi terlihat tetap pada tempat yang sama tanpa bergeser sedikitpun,memandang kosong kearah dua makam di depan mereka.
Langit semakin gelap,lampu di pemakaman menyala redup menerangi sudut-sudut kuburan sore itu.
“Kenapa mereka mati?” Kevin mulai bicara dengan suara yang terdengar sangat angkuh untuk anak yang baru berumur 11 tahun,kepalanya tetap tertunduk melihat makam kedua orang tuanya yang telah selesai di timbun oleh tumpukan tanah basah pemakaman.
“Kevin,semua manusia suatu saat pasti mati ,kita tidak bisa mengelak dari kematian karena itu adalah kehendak tuhan dan orang tuamu---”
Kata-kata si kakek terhenti,air mata nya mengalir tersamar oleh air hujan yang turun semakin deras. ”orang tua mu… mereka…” kakek itu memutuskan untuk tidak melanjutkan kata-katanya dan merangkul Kevin untuk mengajaknya meninggalkan pemakaman,mereka berdua bersama pelayat lainnya pergi meninggalkan pemakaman itu diiring isak tangis beberapa wanita berkerudung hitam
mereka terlihat sangat terpukul atas kepergian orang tua Kevin.
Hujan sudah mulai reda,seorang wanita muda bermata biru berjalan melintasi pemakaman yang sudah sepi itu.
wanita itu terhenti di antara dua kuburan baru dan memegang pusaranya dengan tangan pucatnya. Tertulis sebuah nama.“Rizal Sinaro” dan kubruran disebelahya “Anisa Putri”
Sebuah senyuman perlahan terbentuk di wajah wanita tersebut.
”terimakasih” ujar wanita itu.senyum sudah menghilang dari wajah pucatnya.
Di tangan kiri wanita itu tergantung sebuah kalung bertatahkan batu hijau gemerlap dan terdapat Ukiran huruf “S” yang meliuk-liuk seperti ular.
Suasana pemakaman itu sangatlah sunyi,kabut mulai turun membatasi penglihatan di sana,wanita itu mulai melangkahkan kakinya perlahan dan ia pun menghilang,lenyap kedalam kabut yang sangat tebal.
7 tahun kemudian
Rumah Mewah yang menawan itu terlihat dalam kegelapan di ujung jalan,
cahaya berkilau dari jendela berpanel silang di lantai bawah. Di bagian kebun yang gelap, air mancur bergemericik. Kerikil berbunyi saat seorang anak berseragam sekolah melewati jalan penuh batu yang sepi itu.
Langkah anak itu terhenti di depan pintu kayu besar yang menuju ruang tamu, dan berhenti sejenak untuk mengatur napas, lalu ia memutar gagang pintu perunggu.
“Selamat malam tuan muda Kevin.”ujar seorang wanita berpakian perawat muncul dari balik pintu kayu yang terbuka perlahan deangan wajah tersenyum perawat itu mundur beberapa langkah mempersilahkan Kevin untuk lewat.
“Malam suster Anna,di mana kakek?” Tanya Kevin ketus.
“Tuan besar Sinaro sedang ada di kamarnya ia baru saja tidur” suster anna merogoh kantongnya mengeluarkan secarik kertas dan memberikannya kepada Kevin.
“tadi siang ada seorang wanita menitipkan saya sebuah surat untuk di berikan kepada anda tuan muda.”ujar suster Anna.
Kevin menatap suster anna dangan pandangan dingin dan ia mulai membuka amplop yang diterimanya dan mengeluarkan kertas dari amplop tersebut
Dalam sekejap wajahnya terlihat sangat kaget saat membaca tulisan yang tertulis di surat tersebut.
Selamat ulang tahun Kevin apa kabarmu saat ini,apa kebiasaanmu untuk bangun siang sudah berubah?dan Bagai mana keadaan kakek,apakah dia masih merokok di usianya yang sudah sangat tua itu? Kevin,Kami harap kau tumbuh menjadi anak yang baik.kami disini mencintaimu.
Rizal & anisa
Air mata menetes tepat di surat dan membuat beberapa kata yang tertulis pada surat itu memudar,Kevin sangat mengenali tulisan tersebut.tulisan tangan dari sang ayah yang ia hadiri pemakamannya 7 tahun lalu.
***
Ia mengusap air matanya dengan cepat dan kembali membaca surat itu berulang-ulang kali.
“ini pasti tidak benar!” suaranya seperti tertahan. “Ini pasti kerjaan orang iseng”.Kevin meremas surat itu dan langsung berjalan masuk melewati suster Anna menuju tangga ke lantai dua.lalu setibanya ia dia atas ia masuk kesebuah kamar di pintunya tergantung papan kecil bertulikan KEVIN SINARO,
Kevin meraba-raba tembok berusaha mencari tombol untuk menghidukan lampu.ia merasa kesulitan untuk mencari tombol itu dalam keadaan gelap.tak lama kemudian ia berhasil menekan tombol itu dan keadaan menjadi terang.
Kamarnya sangat rapih untuk ukuran anak laki-laki,buku-buku tersusun di rak buku yang berada di ujung kamar,tepat di samping jendela menghadap halaman depan,
Kevin berjalan ke pojok ruangan dan melihat keluar jendela,terlihat suster anna tampak sedang mencari-cari sesuatu di halaman depan
“apa yang dia cari?” ujar Kevin bertanya-tanya kepada dirinya sendiri” Ah,masa bodo.” Ia menutup khorden dan menjauhi jendela dengan langkah sempoyongan,sesampainya di depan ranjang ia langsung menjatuhkan tubuhnya dan menutupi wajahnya dengan bantal,selama 5 menit ia tidak bergerak dan kemudian ia memutar tubuhnya,di tangannya masih tergenggam surat yang sudah lecek karena di remas. Ia merapikan lagi kertas itu membacanya lagi,
”Ini tulisan ayah…bagai mana mungkin,ia sudah meninggal bertahun tahun yang lalu”.matanya tertuju pada setiap kata yang tertulis di surat itu
”Ini tulisan ayah…bagai mana mungkin,ia sudah meninggal bertahun tahun yang lalu”.matanya tertuju pada setiap kata yang tertulis di surat itu
Pasti orang ini adalah teman ayah yang tahu betul tulisannya dan menirunya,Tapi …untuk apa orang ini melakukannya,apa tujuannya?”
***
TOK TOK TOK!!! Terdengar pintu kamar di ketuk.
“Huh,siapa sih pagi-pagi begini?” keluh Kevin. “sebentar,akan aku buka pintunya!” ia beranjak dari tempat tidurnya berjalan melewati beberapa buku yang tergeletak di lantai beberapa kali ia tidak bisa menghindar kakinya tersandung oleh dua tumpuk buku besar dengan sampul tebal
“Kukira kamar ini tidak berantakan semalam” dalam keadaan masih setengah sadar ia heran dengan keadaan kamarnya yang berubah,tapi ia tak terlalu memperdulikannya dan membuka pintu kamar.
Seorang wanita paruh baya yang terlihat cantik dengan rambut hitam sepundak berdiri di depan pintu,ia mengeakan Kalung hiju dengan ukiran huruf “s” seperti ular,
“Hei Kevin Kenapa jam segini kau masih tidur? bukannya kau harus sekolah?” ujar wanita itu. Kevin hanya diam wajahnya pucat ia terlihat shyok
“ada apa Kevin?” lanjut wanita tersebut.
“I… Ibu……..?” Kevin gemetar pikirannya campur aduk senang karena bertemu ibunya kembali tapi juga takut.ia sedang melihat ibunya yang sudah 7 tahun meninggal lalu muncul tiba tiba di hadapannya
“Iya Kenapa? Cepat mandi sana!” Anisa mulai menaikan nadanya,
“ini tidak mungkin,ini pasti mimpi” kevin kehilangan keseimbangannya dan jatuh pingsan.
***
Hujan lebat turun deras di akhir desember malam itu Membuat jalan becek dan licin,sebuah mobil sedan melaju dengan kecepatan 70 km/jam, jalan raya di daerah puncak itu sepi,berkelok dan naik turun,penerangan yang sangat minim membuat pengendara mobil itu kesulitan untuk memestikan jalan di depannya,
“haruskah kita menpi dulu mencari penginapan zal?” wanita yang duduk di sebelah pengemudi mulai merasa gelisah. “ kurasa ini tidak aman”
“Mungkin kau benar Anisa, kita harus menamukan sebuah penginapan di daerah sini,tapi dari tadi kita tidak melihat satu rumah pun” ujar rizal.
Sudah 1 jam sejak mereka masuk ke jalan raya puncak,tapi mereka belum menemukan satu villa bahkan rumah warga sekalipun.
“Aku senang Besok kita akan bertemu anak kita kevin” kata anisa tiba-tiba memecahkan kesunyian di antara mereka berdua” besok adalah ulang tahunya yang ke sebelaskan?”
“Benar, dan kita tidak boleh melewatkannya,sudah dua bulan lebih tidak bertemu dengan kevin” jawab Rizal sambil terus memperhatikan jalan yang gelap di depannya .
“huh aku sudah tidak sabar memberikan hadiah ini kepada kevin” anisa mengambil sebuah kotak besar di bungkus rapih dengan hiasan bunga di atasnya dari kursi belakang.
“apa kau yakin ingin memberikan itu kepada kevin?” ujar rizal sesekali ia menengok kearah anisa di sampingnya dan kembali memerhatikan jalan.
“memangnya kenapa?” anisa menaruh kotak itu lagi di kursi belakang”memangnya kenapa kalau aku memberikan ini?”
“kevin itu kan anak laki-laki,apa kau benar benar ingin memberikan Boneka beruang untuk ulang tahunnya yang kesebelas? Kurasa ia membutuhkan hadiah yang lebih….”rizal mencari kata-kata tepat untuk di ucapkan” lebih keren atau apalah, paling tidak mainan untuk anak laki-laki”ucap rizal sedikit bingung dengan kata-katanya sendiri.
“tapi aku suka boneka ini,dia terlihat lucu.aku yakin Kevin juga pasti suka” anisa menyipitkan matanya,berusaha melihat sesuatu di depan agar lebih jelas ,beberapa detik kemudian mobil menabrak sesuatu.atau seseorang
“AAAKKHHH….”Rizal dan anisa berteriak mobil mereka terhenti,mereka menabrak sesuatu,atau
Seseorang.
“Kau tidak apa-apa anisa?”rizal memastikan keadaan anisa di sebelahnya,anisa tidak bergerak kepalanya terbetur dashboard mobil ”NIS-ANISA-ANISAAA!!!!”
***
Mata Kevin mulai terbuka kepalanya masih terasa pusing.ia yakin telah melihat ibunya.
“tadi itu pasti hanya mimpi” gumam Kevin saat ia hendak bangun dari tidurnya.
“Oh kau sudah bangun Kevin? “kakek masuk melewati pintu kamar Kevin yang tidak dikunci. Ia langsung menghambur masuk dan duduk di kasur,bersebelahan dengan Kevin.
”kau pasti kelelahan ya?” kakek sinaro menepuk pundak Kevin dengan tangan kurusnya.
”hmmm… iya” jawab Kevin
“kau harus mengurangi kegiatan mu di sekolah. akhir-akhir ini kau jadi sering pulang malam” ucap si kakek menasehati Kevin.
Kevin melihat keaadan sekitar,buku buku berantakan sebagai mana pertama kali ia masuk kamarnya kemarin,ia tidur masih menggunakan seragamnya,
“Ah, jadi memang benar mimpi.”ujar Kevin dalam hati,meyakinkan dirinya kalau semua itu hanya mimpi.
“hei Kevin,ini akhir pekan apa kau ada acara hari ini?”ujar Kakek Sinaro
“hmm… kurasa tidak ada kek.”jawab Kevin sambil beranjak dari tempat tidurnya.
“bagai mana kalau kita pergi ke makam orang tua mu Kevin? hari ini tepat 7 tahun kematian orang tua mu.” Kakek sinaro menoleh kearah photo orang tua Kevin,anaknya yang ia besarkan dan sukses seperti yang ia harapkan.
Hal terburuk sebagai orang tua adalah melihat anaknya meninggal lebih dulu darinya.
***
to be continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar