Kamis, 27 Oktober 2011

Chapter 2 
Angel Tale / White Flower

-------

 Keesokkan paginya aku dibangunkan oleh mama.
“Cei, bangun udah siang kamu gak kerja?” Seru mama.
“Jam berap sekarang mam?” tanyaku.
“Jam setengah sembilan.” Seru mama.
“Apa, ya Allah.. Geo mam Geo terlambat..” Sontak aku kaget.
“Udah santai, Geo udah dianterin sama papa.” Ucap mama.
“Huft, sukurlah..”
“Iya kamu kecapen yah, kalau tidur kebiasaan deh tengkurep mata bengkak tuh.” Ucap mama yang sebenarnya tau apa yang terjadi padaku.
“Ehh, iya ma..” Jawabku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal.
Aku bersiap untuk melaksanakan tugasku, ya hari ini aku ke kampus bertemu mahasiswaku mengajar mereka tentang psikologi. Lucu sekali aku dosen psikologi yang cengeng dan tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Seperti biasa jika ada mama di rumahku pasti ada makanan dan bekal enak untuk aku dan Geo. Mama memang paling tau.
Aku berpamitan dan berangkat dengan bekal ditanganku.
Sesampainya aku dikampus aku masuk sekdos mengisi daftar hadir dan menuju kelas bersama teman dosen juga, hey apa kalian tau dia dosen yang tampan dan bijak menurutku, namun ketampanannya pun tak dapat membuatku mencintainya hanya sedikit kagum saja. Aku juga cukup dekat dengannya dia masih lajang lho. Dia sempat bilang dia kagum padaku namun itu tidak menjamin ia menyukaiku kan jadi aku tak memperdulikan.
Aku masuk ke kelas dan memulai pelajaran. Satu jam berlalu dan aku memutuskan untuk menyudahi pelajaran dan tidak lupa memberi mahasiswaku tugas. Setelah itu aku merapihkan semuanya dan pulang sebelumnya aku memtuskan shopping untuk membelikan sedikit hadiah kecil untuk peri kecilku.
“Ehhh.. maaf.” Kata seorang wanita yang tiba-tiba menabrakku.
“Iya, tak apa..” Ucapku.
“Wanita itupun berlalu menuju sesosok pria yang menunggunya, hey tapi tunggu aku mengenal pria itu..” Aku yang sedikit kaget bergegas pergi.
“Tuhannn, kenapa bisa bertemu dia lagi, tapi siapa wanita itu? Apa istrinya? Dasar cowok.” Ucapku sendiri dalam mobil, dengan perasaan yang tidak karuan. ‘Iya tidak banyak berubah.’

-

Sesampainya di rumah Geo sangat senang melihat boneka yang selama ini ia inginkan akhirnya bisa menjadi miliknya.
“Mama, makasih yah mama memang mama yang paling baik, cantik pokoknya Geo sayang mama.” Ucapnya lucu dengan memeberiku pelukan hangat.
“Sama-sama sayang, yaudah Geo bobo sana.. Besok udah mulai les pianao lho nanti mama deh yang nater dan temenin Geo, seklian mama tungguin juga.”
“Mama, benaran amu nungguin Geo?” Ucapnya tak percaya.
“Kamu gak kerja Cei.” Tanya mama dengan nama panggilan ciri khasnya.
“Aku minta cuti ma, satu minggu ini, mau nemenin Geo.” Ungkapku.
“Cuti itu apaan eyang?” Tanya Geo.
“Cuti itu, mama ijin gak kerja sementara sayang.” Jelas mama padanya.
“Iya sayangg, yaudah bobo sana.” Perintahku.
“Oohh, gitu toh. Geo mau bobo sama mama.” Pintanya.
“Oke peri kecil mama yang cantik ayo kita bobo.” Katanya seraya membopong tubuh mungilnya.
-
Keesokan hari yang Geo tunggu-tunggu pun tiba setelah berpamitan dengan eyang-eyangnya aku dan Geo bersiap meuju ‘Angels tale’ tempat les Geo.
“Mama, nanti Geo bakal punya teman baru lagi doang yah..” Katanya.
“Iya sayang, kamu bakal punya teman baru, kamu jaga diri yah jangan nakal sama teman kamu tapi kalau aja yang jail dan nakal sama Geo balas aja jangan nangis oke.” Ajarku pada peri kecilku untuk melindungi dirinya.
“Pastinya bosss..” Ucapnya dengan mengangkat jempolnya dan mengerling.
“Anak pintar, sini ciumnya buat mama mana.” Ia pun menciumku.
Kami sampai di Angels Tale aku mengantar Geo sampai kelasnya dan sedikit beramah tamah pada gurunya dan menitipkan anakku, dan aku mencari tempat menunggu yang nyaman sambil menikmati secangkir vanilla latte dan sedikit membuat tulisan.
Tak terasa 2 jam berlalu, aku menutup netbookku sambil menunggu Geo keluar kelasnya namun tiba-tiba ada yang menyapaku.. “Crystal..” panggilnya.
“Hey, iya...” Senyumku.
“Crys, ya Allah apa kabar lo, lagi ngapain disini nungguin siapa?” tanya sosok lelaki itu.
“Ehehee, alahamdulillah baik kak, lo sendiri apa kabar gw nungguin..” kata-kataku terpotong saat Geo keluar kelas.
“Mamaaaaa..” Teriaknya.
“Heeeehh, lo udah punya anak?” Tanyanya.
“Iya kak, lo sendiri gimana? Lah disini ngapain?” tanyaku balik.
“Alhamdulillah gw juga udah punya, gw kan disini ngajar biola Crys dan lagian ini kan yang punya Angle Tale ........ Eh sebentar deh..” Dia menatap ke arah Geo.
“Kenap kak? Oh iya Geo kenalin ini teman mama namanya Om Ryan.” Kataku, Geo bersalaman dan memberi senyum kecil.
“Kenalin aku Geovani om.” Geo memperkenalkan diri dengan ramah.
“Iya, salam kenal yah cantik..” Kak Ryan terus memandangi sosok putri kecilku. “Crys, gw mau ngobrol sama lo sebentar bisa gak lagi gak sibuk kan?” Lanjutnya.
“Iya kak, oke mau ngobrol dimana? Cafe seberang gimana disitu ada tempat maen buat anak-anak juga.” Jawabku yang sebenernya ragu karena aku tau apa yang akan kak Ryan bicarakan.
Aku duduk di tempat yang strategis memesan 2 cangkir kopi dan segelas jus apel untuk Geo, dan Geo bermain di playground cafe ini.
“Crys, jujur sama gw yah..” Ujar kak Ryan.
“Iya, memang iya kak.” Kataku dengan kesotoyanku.
“Eh, gw belum tanya kan kok udah iya, iya aja?” katanya.
“Iya tapi lo mau nanya kan anak gw anak siapa?” Kataku sedikit terguncang.
“Hmm.. Kok bisa?” Katanya.
“Bisalah kan waktu itu gw sama dia udah nikah.” Jawabku.
“Apa dia tau?” tanyanya.
“Gak tau dan gak boleh tau karena Geo milik gw.” Ucapku tegas.
“Lo gak bisa begitu Crys, dia mesti tau siapa bokapnya dan bokapnya mesti tau kalau dia punya anak.” Ujarnya menasehati ku.
“Iya tapi buat apa, yang ada nanati dia ngambil Geo dari gw lagian dia udah seneang kan sama istri barunya.” Ungakapku.
“Kata siapa dia udah punya istri dan kenapa lo waktu hamil gak bilang-bilang?” Ujarnya.
“Gak sengaja liat dia di mall sama cewek, gw juga waktu itu gak tau gw hamil pas hamil tuh memang perut gw gak ketara.” Jelasku.
“Ohhh begitu yah, tapi maslaah cewek kayaknya dia belom punya istri.” Ceritanya.
“Peduli yah, emang gw pikirin yang penting buat gw sekarang gw, hidup gw dan malaikat kecil gw, dan gw mohon jangan bilang-bilang ke Vallen awas aja lo ember gw bakal mindahin tempat les anak gw kalau gw tau lo ngasih tau dia.” Kataku.
“Iya woles kayak gak tau gw aja.” Yakinnya.
“Iya makanya karena gw tau lo gw rada gimana..” uangkapku.
“Gimana apanya?” tanyanya.
“Sudah lupakan.. hehehe.” Kataku.
“Batu dasar gak berubah-berubah.” Ucapnya.
“Enak aja berubahlah, gak liat ni gw jadi cantik.” Belaku.
“Iya tapi batunya gak ilang-ilang.” Kata kak Ryan sambil tersenyum. “Anak lo lucu yah, mukanya mirip banget sama dia cuman alisnya kayak lo.” Ungkapnya.
“Batu mah memang dari lahir.. Iya banget kak cantik kayak papanya.” Ungkapku sambil menatap makhluk indah di depanku. ‘Aku berharap dapat membahagiakannya sampai aku tak sanggup membuka mata ini lagi.’
“Mama ayo pulang ma, aku ngantuk.” Rengek putri  kecilku.
“Iya sayang, ayo.. Bsok kan kamu les lagi.” Ucapku.
“Iya ya ma, besok aku les lagi aku semangat deh ma, aku mau jadi pianis terkenal nanti bisa tampil di luar negeri.” Cita-cita serta imajinasi indahnya.
“Hehe, iya kamu pasti bisa sayang.” Semangatku.
“Pasti itu, Geo pasti bisa..” Tambah kak Ryan.
“Pasti dong om, aku pasti bisa aku kan mau ketemu papa di luar negeri.” Serunya dengan polos membuatku tanpa sadar meneteskan air mata.
“Heheh, iya. Semangat yah cantik.” Ucap kak Ryan sambil mengelus kepala putri kecilku.
“Ma ayo..” Ajaknya sambil menarik tanganku, dan tangan kiriku sergap menghapus air mata yang entah mengalir tanpa bisa dikendalikan.
“Kak, aku duluan yah, aku mohon rahasiakan semua ini, Geo ayo pamit sama om Ryan.” Ujarku.
“Om Ryan, aku pulang dulu yah samapi ketemu besok om.” Senyum kecil menghias wajah indahnya.
Kak Ryan menanggapi dengan senyum. “Hati-hati gadis manis.” Sambil melambaikan tangan.

-------
OTHER SIDE
“Lo lagi sibuk gak? Gw mau ketemu sama lo.” Ucap seorang lelaki dari seberang telepon.
“Hmm.. ada apa si? Gw lagi gak sibuk kok, lo datang aja ke rumah gw, memang ada apaan?” Tanya lelaki sedikit penasaran pada sosok yang sedang bicara dengannya.
Laki-laki itu beranjak dari duduknya. “Ok, yaudah tunggu gw di rumah lo, ada hal penting yang mesti lo tau.”
“Yaudah gw tunggu.” 

To Be Continue.. 


By : Lonely Bunny

Tidak ada komentar:

Posting Komentar